TOT TB 2: Penemuan Pasien Tuberkulosis

Bulan ke-2 positif terapi tetap lanjut, tidak ada sisipan

1.    Diagnosis TB Paru

a.    Dalam upaya pengendalian TB secara Nasional, maka diagnosis TB Paru pada orang dewasa harus ditegakkan terlebih dahulu dengan pemeriksaan bakteriologis. Pemeriksaan bakteriologis yang dimaksud adalah pemeriksaan mikroskopis langsung, biakan dan tes cepat.

b.    Semua terduga TB harus diperiksa 3 spesimen dahak idealnya dalam waktu 2 hari berturut-turut, yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS). Seandainya kondisi tersebut tidak dapat dipenuhi, maka rentang waktu antara fiksasi spesimen Sewaktu (S) yang pertama dan yang kedua tidak lebih dari 7 hari. Bila melebihi rentang waktu tersebut maka pengambilan spesimen dahak Sewaktu (S) pertama harus diulang kembali dari awal.

c.    Apabila pemeriksaan   secara bakteriologis   hasilnya negatif, maka penegakan diagnosis TB dapat dilakukan secara klinis menggunakan hasil pemeriksaan klinis dan penunjang (setidak-tidaknyapemeriksaan foto toraks) yang sesuai dan ditetapkan oleh dokter yang telah terlatih TB.

d.    Pada sarana terbatas penegakan diagnosis secara klinis dilakukansetelahpemberian terapi antibiotika spektrum luas (Non OAT dan Non kuinolon) yang tidak memberikan perbaikan klinis.

e.    Tidak dibenarkan mendiagnosis TB dengan pemeriksaan serologis.

f.     Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya dengan pemeriksaan uji tuberkulin

g.   Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan foto toraks saja.

Sistem scoring TB anak

Tuberculin test:

  1. Tidak boleh pake alkohol, bersihkan dengan air hangat
  2. Suntik intracutan
  3. Tidak usah dilingkari
  4. Selama 3 hari, tidak boleh digosok/digaruk. Hari ke-3 kembali untuk lihat dalam 2×24 jam, jangan > 3×24 jam.
  5. Jalankan kertas dari bawah ke atas dan atas ke bawah sampai kertas mentok, tandai spidol, ukur jarak antar tanda.

 

Algoritma tatalaksana TB anak

Penegakan diagnosis

Pasien TB Golden Standar Penunjang
Dewasa TBP Pemeriksaan mikros dahak, biakan, gene expert Ro thorax
TBEP Histo PA/FNAB (BAJAH), ro thorax, pemeriksaan mikroskopis dahak Biakan
ODHA TB Ro thorax, gene expert, pemeriksaan mikroskopis dahak Biakan
HIV TB Tes HIV, ro thorax Biakan
TB anak Test tuberculin, berat badan turun, kontak Ro thorax
TB MDR Gene expert, pemeriksaan mikroskopis dahak, biakan Ro thorax

 

Kriteria dan klasifikasi pasien TB

No Kriteria Klasifikasi Tipe Pengobatan
1

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

4

Lokasi

 

 

Hasil PMD

 

 

Riwayat pengobatan sebelumnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil uji kepekaan

 

 

 

 

 

Status HIV

 

 

 

TB paru

TBEP

 

BTA –

BTA +

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Monoresisten

Poliresisten

MDR

Rrif

XDR

 

HIV +

HIV –

Tidak diketahui

indeterminate

 

 

 

 

 

 

 

Baru

 

 

Pernah diobati </> 1 bulan (28 hari)

Kambuh

Berobat setelah gagal

Berobat setelah loss to follow up

Lain2

Tidak diketahui

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Lini 1 (FLD)

 

Kat. 1

2(RHZE)/4(RH)3

 

 

 

Kat. 2

2 (RHZE)S

/(RHZE)/5(RH)3E3

 

 

 

 

 

 

Lini 2 (SLD)

Km, Lfx, Cs, Eto, Z, E

 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan klasifikasi dan tipe

Pengobatan berdasarkan tipe

Diagnosis: Pasien TB…. BTA…. kasus…. Uji kepekaan…. Status HIV….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s