TOT TB 1: Program Pengndalian Tuberkulosis

  1. Lubang masker bedah 15 mikron, ukuran kuman 1-5 mikron, pemeriksa tidak perlu pake masker, yang pake masker pasiennya.
  2. Petugas lab yang memeriksa dahak harus pake N95, tidak bisa masker biasa.
  3. Supir ambulan harus pake APD dan masker kalo antar pasien, terutama bleeding.
  4. Pasien buang dahak di bawah sinar matahari, jangan di kamar mandi.
  5. Faktor penyebab resistensi kuman:
    1. Petugas kesehatan: diagnosis tidak tepat, pengobatan tidak mengguanakn paduan yang tepat, dosis, jumlah obat, jangka waktu pengobatan tidak adekuat, KIE tidak adekuat
    2. Pasien: tidak mematuhi anjuran dokter, tidak teratur menelan paduan OAT, menghentikan pengobatan secara sepihak, gangguan penyerapan obat
    3. Program pengendalian TB: persediaan OAT kurang, kualitas OAT rendah.
  6. Waktu tidur, dahak ngumpul di cavitas. Manuver untuk mengelurakan dahak pagi:
    1. Pot dahak di samping tempat tidur, begitu bangun ga boleh jalan2
    2. Tarik napas panjang dari hidung sampe perut mengembang (dorong diafragma, udara masuk sampai alveoli)
    3. Tahan, keluarkan dari mulut pelan dan panjang (orang batuk ga bisa tahan lama karena diafragma mau kembali ke posisi semula)
    4. Tarik napas ketiga ga usah tahan, tunggu sampe mau batuk, kasi tenaga untuk ngeluarin, pot dahak sudah siap di mulut
  7. ISTC
    1. Standar 1: orang dewasa batuk 2-3 minggu curiga TB, anak berat badan tidak naik.
    2. Standar 2: curiga lakukan pemeriksaan dahak mikroskopis 2x SPS
    3. Standar 3: TBEP lakukan pemeriksaan histoPA dan rontgen
    4. Standar 4: rontgen thorax mendukung TB periksa dahak SPS
    5. Standar 5: BTA – ulang cek dahak, foto thorax. Cek HIV, beri AB nonflorokuinolon 2 minggu.
    6. Standar 6: anak kontak BTA + lakukan mantoux test dan ro thirax Ap dan lateral (anak kebanyakan TB milier, ga kelihatan dari AP), cek status BCG, jangan cepat2 tegakkan diagnosis TB anak
    7. Standar 7:kepatuhan dan paduan obat memerlukan jejaring antar faskes, pasien harus bisa ditemukan dimana saja
    8. Standar 8: pengobatan
      1. Regimen standar RHZE
      2. KDT/FDC: 2 KDT, 3 KDT, 4 KDT
      3. 2 fase: inisial 2 bulan, lanjutan 4 bulan
      4. TBEP pengobatan sesuaikan kondisi klinis
      5. TB anak: 2RHZ/4RH (semua diminum setiap hari selama 6 bulan)

Standar 9: kepatuhan kontrol dengan DOTS dengan pengawasan menelan obat

Standar 10:respon

  1. Pemeriksaan mikros dahak pada akhir tahap awal, bulan ke-5, dan AP
  2. TBEP/anak secara klinis
  3. TBP BTA – dengan ro thorax dan pemeriksaan mikros dahak, ingat komorbis HIV, DM, PPOK

Standar 11: TB RO (resisten obat) ada riwayat pengobatan sebelumnya (gagal, kambuh, default/loss to follow up) lakukan biakan, uji kepekaan/resistensi (DST), dan gene expert. Perhatikan Program Pengendalian Infeksi (PPI)

Standar 12: pengobatan TB RO

  1. Pengobatan khusus (lini 2)
  2. 4 macam obat dan suntik
  3. Lama pengobatan = konversi biakan + 18 bulan
  4. Tahap awal max 8 bulan, kalo ga konversi: gagal (XDR)
  5. Periksa biakan tiap bulan, klo 2x – baru lanjut fase lanjutan
  6. Lini 2 efek bakterisid kecil tapi dosis besar, jangka lama
  • Prinsip pengobatan TB: minum sekaligus pada waktu yang sama, saat perut kosong (1-2 jam setelah makan, bukan sebelum makan, menyebabkan mual)
  • Gagal kategori 2 langsung masuk MDR

Standar 13: rekam medis TB01

Standar 14: prevalensi HIV tinggi lakukan uji HIV pada semua pasien TB (Papua, Jabar, kota besar, turis)

Standar 15: TB HIV pemberian ARV?

  1. OAT didahulukan karena TB lebih mudah menular dan terapi jangka pendek
  2. OAT + ARV (tergantung respon OAT) + PPK (Pengobatan Pencegahan dengan Cotrimoxazole: dari awal bisa sampai 2 tahun, lihat CD4)

Standar 16: HIV TB – : pengobatan pencegahan dengan INH (PPI) imn 6 bulan, waktu tergantung gejala dan kontak. Orang dengan HIV pasti akan kena TB: HIV stadium 3

Standar 17: TB respon pengobatan tidak jelas, kemungkinan TB DM, TB PPOK, TB NAPZA, komorbid lain

Standar 18: contact tracing pada balita, suspek/terduga TB, imunokompromis (HIV, DM, penyakit imun), kontak TB MDR/XDR):

  1. Sentrifugal: pada orang dewasa, cari yang ditulari
  2. Sentripetal: pada anak2, cari sumber penularan

Standar 19: anak <5 tahun dan HIV yang kontak dengan TB BTA + berikan PPI

Standar 20: faskes yang melayani pasien TB harus menerapkan PPI

Standar 21: faskes yang melayani pasien TB harus lapor ke dinkes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s