Tuberculosis

Lintas program: pemegang program tb, analis, dokter, kesling, gizi, pimpus, phn
Lintas sektoral: ppti (berdayakan masyarakat untuk deteksi tb)
Kebijakan program tb di pkm
Kesling: cek rumah penderita tb bersama phn (lembap, gelap, padat)
Kuman tb mati kena sinar matahari
Perlengkapan analis: slide, sputum pot, korek, spiritus
Kalo pasien ga bisa ke pkm, datangi ke rumah (active case finding)
Latih pustu utk buat fiksasi sputum, klo orangnya datang biaya lebih mahal
Rontgen bila: BTA – tapi gejala ga sembuh2, rujuk SpP
Pencegahan:
1. Temukan dan obati penderita (poli, pustu)
2. Cek kontak serumah dan tetangga (promkes, phn)
3. Kelola dahak (lab), kerjasama lintas sektor supaya banyak dahak
4. Makanan sehat dan gizi seimbang (gizi)
5. Olahraga teratur (promkes, kesehatan or)
6. Jaga kesling (kepadatan, ventilasi, cahaya) (kesling)
7. Jangan merokok dan minum alkohol (promkes)
8. Imunisasi bcg (kia, imunisasi)
Penyuluhan tb di pustu, latih petugas untuk cari suspek dan fiksasi
Tb: batuk ber-DAHAK, cari gejala lain
Tatalaksana tb
Tb ga diobati setelah 5 tahun, 50% meninggal, 25% sembuh sendiri, 25% kronik dan menular
1 pasien tb bisa nular ke 10-15 orang/tahun
Oat lini 2 impor semua, ada di fasilitas pengobatan tb mdr
Pengobatan ulang jangan kasi kategori 1, resisten
Kategori 1: 2RHZE/4RH
Kategori 2: 2RHZES/1RHZE/5RHE
Streptomisin 15 mg/kg/hari, >60tahun 10 mg/kg/hari, utk > 70 kg dosis max 1000 mg (500-700 mg/hari)
Tb 80% paru
Meningitis tb 9-12 bulan karena ada efek toxic, menyebabkan kejang
Indikasi bedah mutlak: batuk darah masif, fistula bronkopleura, empiema
Indikasi bedah relatif: hemoptoe berulang dgn bta -, kavitas menetap >6 bln, kerusakan lobus
Evaluasi klinis: gejala, bb, pemeriksaan fisik, ES
Evaluasi bakteriologis: 0-2-6/8, lini 2 setelah bln 3, klo bln 2 uda -, ga usah cek lagi
Evaluasi radiologis: 0-2-6/8, klo curiga keganasan 1 bln (dd infiltrat)
ES mayor: ruam (RHZE), tuli (S, konsul THT utk lihat sudah ada sebelumnya atau karena S), pusing (S), jaundice (RHZ), bingung (RHZE, karena bilirubin meningkat), gangguan penglihatan (E), syok, purpura, gagal ginjal (S); kalo berat stop semua, lakukan challenge test (utk cari penyebab)
Challenge test: R 1×1 3 hari, H 1×1 3 hari, Z 1×1 3 hari, E 1×1 3 hari; ganti, bukan tambah, kalo ada obat yang bikin gatal, misalnya Z, tandai, ga boleh dikasi, setelah semua dites, kasi RHE dosis penuh (awal pengobatan)
Minor: anoreksi, mual, nyeri perut (RHZ), nyeri sendi(H), kesemutan (H) kasi B6 10-25 mg, urin merah (R), flu-like syndrome (R intermiten fase lanjutan); ga usa distop, awasi, terapi simtomatik
MDR: resisten terhadap R dan H dengan/tanpa OAT lain
Susp. MDR: kronik, gagal pengobatan kategori II (bulan 5/6), dahak + setelah bulan 3 kategori I/II, pernah dapat OAT lini II, gagal kategori I, DO kategori I/II, kambuh, kontak dengan pasien TB + keluhan, TB-HIV diterapi lini I ga respon; rujuk RS
Susp. TB jangan kasi kuinolon kecuali kasus berat
Konfirmasi:
1. Biakan
2. Kultur
3. Gen expert: pemeriksaan di Samarinda
Sputum +: biakan dan uji kepekaan
Terapi TB MDR 20-28 minggu, 2 minggu I di Samarinda
Kelompok I: OAT lini I (RHZE, rifabutin)
Kelompok II: Obat suntik (strepto, kanamisin)
Kelompok III: florokuinolon (levo, cipro)
Kelompok IV: bakteriostatik OAT lini I (PAS)
Kelompok V: Obat yang belum diketahui efektivitasnya (amoxiclav, clofazimin)
Regimen: 6Z-(E)-Kn-Lfx-Eto-Cs/18Z-(E)-Lfx-Eto-Cs
E kalo masi sensitif
Cek BTA tiap bln
Tb milier regimen=tb paru, steroid kalo meningitis, sesak, toxic, demam tnggi, kondisi khusus 12 bulan
Tb sering dm, pasien dm sering tb. Pasien dm cek bta, kontrol gd. Klo gd terkontrol pengobatan = tb paru, klo ga terkontrol 9 bulan
Tb-hiv regimen=tb paru, es>>, io: kasi cotrim profilaksis menurunkan mortalitas 50%. Kasi obat tb dulu, 2-8 mnggu (tergantung CD4) kasi arv
Tb-kelainan hati ot/pt >3x normal: pertimbangkan oat klo klinis +, terapi: 2RHES/6RH atau 2HES/10HE, hepatitis akut/ikterik klo butuh 3SE/6RH
Susp.DIH cek ot/pt, rujuk, 20 hari post oat
1. Klinis + (ikterik, mual muntah): stop oat, kasi hepatoprotektor (boleh dikasi walau ga ada keluhan)
2. Klinis +, ot/pt >3x: stop oat
3. Klnis -, bilirubin >2: stop oat
4. Klinis -, ot/pt >5x: stop oat
5. Klinis -, ot/pt >3x: teruskan tapi awasi
Desensitasi: mulai obat yang paling tidak hepatotoksik, dosis 1/3 nya, sampai obat jadi RHES (pengobatan hari I setelah dosis penuh); H 100-200-300, R 150-300-450, E 500-1000, S
Induksi sputum: inhalasi NaCl 3% 20 tetes, ulang 3x
Pengobatan tb fase intensif bisa ditoleransi 1 hari tanpa oat
Pengobatan tb fase lanjutan bisa ditoleransi 7 hari tanpa oat
Klo lebih dari itu harus diulang
TB extraparu gejala ga khas, menegakkan dengan rontgen dan PA
Rujuk klo butuh pemeriksaan lanjut (Ro. Lab)
Pasien riwayat tb curiga kambuh, gejala +, bta – :  bandingkan rontgen sebelumnya dan terbaru
Gejala + normal pada bekas tb, paru ga bisa bersih normal
Pasien pernah bta +, terapi sembuh, untuk menentukan kambuh bta harus +
Pasien bekas tb rontgen ulang setelah 2 tahun (dengan rontgen +)
Pasien bta -, rontgen + setelah bulan II tetap cek bta, mungkin sebelumnya – palsu
INH profilaksis: tb laten
Kontak dengan pasien tb jangan kasi INH, meningkatkan resistensi, yang penting jaga imunitas
Tb anak ga menular karena fokus primer
Tuberculin tes bisa + pada alergi, cacingan

Pemantapan mutu laboratorium mikroskopis tb
Sebelum keluarin dahak pagi, malamnya pasien suruh minum GG
10 pasien air liur semua, cek petugas, cara pengumpulan dahak
Pilot project tb: india, thailand, indonesia
Fixasi: buat sediaan ukuran 2×3 cm, bentuk oval, lewatkan api 3x 3-5 detik, tulis identitas sediaan
Dahak uda 1 minggu gpp, kuman ga mati
Cat bta: karbol fuschin + dipanaskan – alkohol asam – metilen blue
Sampel darah: lisiskan dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s