HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BUNYU TAHUN 2014

Oleh:

dr. Dewi Sri Wulandari

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BULUNGAN

BULUNGAN

2014

ABSTRAK

Selama ini faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab sindroma SM terkait dengan obesitas, antara lain, pola makan, kurang olahraga, kelainan metabolisme, mekanisme neuroendokrin, psikologi, obat-obatan,faktor sosial ekonomi dan gaya hidup serta faktor genetika. Penelitian ini mengenai hubungan gaya hidup yang meliputi diet, aktivitas fisik, konsumsi rokok, alkohol, dan lain-lain dengan kejadian sindrom metabolik pada pasien rawat jalan di Puskesmas Bunyu, Kecamatan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data primer meliputi data antropometrik dan wawancara menggunakan kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pola makan responden sangat bervariasi, tingkat aktivitas responden masih kurang, dan sebagian besar responden telah menerapkan gaya hidup sehat. Perlu dilakukan penelitian observasional yang lebih rinci ataupun penelitian intervensional mengenai pengaruh pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian sindrom metabolik.

Kata kunci: Sindrom metabolik, pola makan, aktivitas fisik, gaya hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s