Seminar Awam Rematik

CYMERA_20170912_115808

Jangan lewatkan !!

 

*SEMINAR AWAM DAN TANYA JAWAB SEPUTAR PENYAKIT REUMATIK*,

yang membahas tentang :

-Apa itu penyakit reumatik?

-Bagaimana pengobatan penyakit reumatik yg benar?

 

Seminar ini dibawakan oleh :

-Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD-KR

-dr. B.P. Putra Suryana, SpPD-KR

-dr. C. Singgih Wahono, SpPD-KR

 

Selain seminar, ikuti juga SENAM REUMATIK yg dimeriahkan oleh anggota PERMARI.

 

Acara diselenggarakan pada :

*Minggu, 8 Oktober 2017*

*_Pukul 07.00-selesai_*

*_Gedung Graha Medika lt. 2_*

*_Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya_*

 

Kontribusi untuk acara : Rp 10.000,-

 

Info lebih lanjut hubungi :

Dr. Ayu (085379738717)

Dr. Iin (081333737080)

Advertisements

KONAS XIII DAN ANNUAL MEETING PERNEFRI 2017

FB_IMG_1500430394849KONAS XIII dan Annual Meeting PERNEFRI 2017 mengusung tema: Meningkatkan Profesionalisme dalam Bidang Nefrologi dan Hipertensi

 

Malang, 21-23 September 2017

di Harris Hotel & Convention Malang

 

PROGRAM ILMIAH

Workshop

Kuliah Pakar

Simposium

 

WORKSHOP

– CAPD (Demo)

– Vascular Intervention (Demo)

– Kidney Transplantation (Demo)

– Continuous Renal Replacement Therapy (Demo)

– Hypertension (Case base study)

 

Makalah Bebas Oral (MBO)

Young Investigation Award (YIA)

Makalah Bebas Poster (MBP)

PhD Disertation

 

Contact Person:

dr. Achmad Rifa’i, SpPD: 081252651083

Tia: 08123310424

Winda: 085646449088

KONKER PAPDI XIV

Dalam rangka meningkatkan kompetensi & kompetisi dokter Indonesia di era Jaminan Kesehatan Nasional dan masyarakat ekonomi ASEAN, PAPDI yang bekerja sama dengan SMF IPD FKUB/RSSA menyelenggarakan:

Simposium & Workshop “KONKER XIV PAPDI”
Tanggal: 13-16 Juli 2017
Tempat: Ijen Suites Resorts & Convention, Malang, Jawa-timur

Eksplorasi lebih lanjut hal terkini dan terbaru di bidang Ilmu Penyakit Dalam
– Terapi mutakhir hepatitis C
– Peran asam amino parenteral pada Penyakit Ginjal Kronis
– Aplikasi Guideline ESC 2017 pada tatalaksana gagal jantung
– Tuberkulosis dengan penyerta DM dan HIV
– Hipertensi, perspektif target atau pilihan obat
– dan berbagai topik menarik lainnya

Temukan solusi dari tantangan ke depan dokter Indonesia di ERA JKN dan MEA.

Special price for internship doctor: 1 package for symposium and workshop Rp 1.250.000,00 ~ 10 registrations FREE 1 registration.

Info lebih lanjut :
Rosi (SMS, Telpon, WA): 081297578260

Email: konkerpapdi2017@gmail.com
Download brosur: https://intip.in/knkrpapdiKONKER00KONKER01KONKER02KONKER03

PELATIHAN BPJS

Peningkatan kompetensi FKTP se-prov kaltara

OA – dr. Mukti Fahimi, SpPD

Usia 40 tahun ke atas (proses degeneratif), gemuk (faktor mekanik), menyerang kartilago sendi

Khas: keterbatasan gerakan sendi, krepitasi, kalo parah ada efusi (DD septik artritis, ada tanda radang, analisa cairan sendi), tidak ada gejala sistemik (demam)

Predileksi: vertebra, panggul, lutut, ankle

Klo usia muda, pikirkan kemungkinan lain, mis RA

FR: usia, stres mekanik (penggunaan sendi >>), obes

Etio nyeri: spasme otot, mikrofraktur, iritasi ujung saraf ec sinovitis

OA pada sendi kecil unilateral (DD RA)

OA grade 4: sendi tidak bisa digerakkan, kartilago uda ga ada, op ganti dengan silikon

Vitamin sendi glukosamin 1×1

Cervical spinal stenosis: penekanan MS oleh osteofit, sering di leher, bantalan sendi diganti

OA lama ga diterapi, obes menyebabkan deformitas

OR utk OA adalah renang, ga boleh lari dan sepedaan

Radiologi khas: penyempitan ruang sendi, osteofit

Grde 0-1 di PKM, 2-3 inj. Intraartikular CCS (paling dianjurkan), 4 rujuk SpOT

Terapi: life style modifikasi, kurangi beban sendi, jangan sering berdiri lama, jalan, kurangi BB, bantuan tenaga sosial profesional, aerobik, fisioterapi, terapi kerja, proteksi sendi

HT dengan tx ACEi pilih COX-2 spesifik inhibitor, ki NSAID dan COX2 pilih opioid

Orang tua hati2 kasi NSAID, klo terpaksa dikasi, kasi obat pelindung Lansoprazole, antasid; ranitidin ga ngefek

 

Gout – dr. Mukti, SpPD

Artritis, tofus, batu AU, nefropati; ga selalu AU tinggi

AU 9, cek UL, lih eritrosit, klo + ada batu

AU N 5 +/- 1 (L), 4 +/- 1 (P); hiperuricemi >7

Diet tinggi purin: jeroan, melinjo

Ekskresi menurun: CKD, dehidrasi, diuretik, obat, HT, hiperparatiroid, kasi alupurinol

Gout akut jangan kasi alupurinol, malah meningkatkan nyeri, 7 hari, setelah fase akut selesai, cek AU, klo > 7 baru kasi alupurinol 100 mg 1×1 malam, evaluasi 2 minggu

Kolkisin: hambat absorbsi monosodium urat 0.5 x 1-2 x/hari

Pencetus: trauma, alkohol, intake purin, diuretik, aspirin dosis rendah, tidak berbanding lurus dengan hiperuricemi

Ga perlu rontgen, diagnosis pasti: podagra, lokasi pasti di MTP I

Tofus ga perlu diapa2in, dibuang utk kosmetik aja, klo ga diterapi bisa muncul lagi

Nyeri hebat kasi steroid prednison 0.5 mg/kg/hari

Klo uda ga nyeri alupurinol 300 mg/hari

 

RA – dr. Mukti, SPPD

Target sinovial, bilateral, poliartritis simetris (bisa kena semua sendi), menyebabkan deformitas dan kematian (karena infeksi dan GI disorder, ES MTX)

Harus cek up lengkap, ki MTX TB, HbsAg

MTX utk cegah deformitas

Gejala utama:kaku sendi, khas: deformitas, poliartritis simetris

Kriteria diagnosis EULAR 2010: jumlah sendi (1 sendi besar: 0, 2-10 sendi besar: 1, 1-3 sendi kecil: 2, 4-10 sendi kecil: 3, >10 sendi kecil: 5), serologi (RF/ACPA 0-2-3), durasi (>6 minggu 0-1), akut fase reaktan (CRP/LED 0-1)

>5 poin: RA

Begitu terdiagnosis RA, langsung rujuk supaya cepat dapat DMARD dan dapat pengobatan komprehensif

Gejala sistemik mirip SLE

Rontgen: erosi sendi

Prediksi severity: sendi besar, kena banyak sendi, extremitas atas, wanita, RF +, CRP/ESR, HLA DRB1, malaise

Tujuan: mengurangi inflamasi, mengurangi nyeri, cgah deformitas, pelihara produktivitas

Tx: DMARD (MTX, klorokuin), antinyeri, CCS (bridging terapi)

MTX 1 minggu 1x, mulai dosis 5-20 mg, 6 bulan-1 tahun, adjustment 6 minggu, monitor OT/PT

Klorokuin monitor penglihatan, konsul utk cek retina per 3 bulan

1 bulan I sterois utk mengurangi inflamasi, setelah nyeri dankaku sendi berkurang tap off 6 minggu, ganti MTX

Biologic tx: anti TNF alfa (yang merusak sinovial) 2.1 juta 1x terapi (1st line terapi di singapura)

SLE: gejala lebih ke arah sistemik, cari 11 kriteria ARA, cek DL (limfosit turun), UL (proteinuri)

Rambut rontok, sariawan, malar rash, discoid rash, pleuritis/pericarditis, nefritis, artritis, anemia

Hamil: RA sembuh, SLE sembuh

 

Penanganan cedera kepala – dr. Jemmy Sasongko, SpB

Cedera kepala belum tentu cedera oak, kalo uda cedera otak pasti cedera kepala.

  1. Cephal hematom: antara kulit dan tulang
  2. Fraktur linier
  3. Fraktur stelata: remuk tapi tidak bergeser
  4. Fraktur impresi: uda bergeser, lihat tabula external dan internal, klo lebih dari 1 tabula berarti impresi

Akibat:

  1. Tidak sadar sejenak, sadar tanpa kelainan
  2. Tidak sadar beberapa jam (sindrome otak organik)
  3. Tidak sadar lama, defisit neurologis
  4. Meninggal

Cedera otak:

  1. Primer: langsung kena (fokal/difus)
  2. Sekunder: karena hipoksia, anemi menyebabkan edema, nekrosis, harus dicegah

Tentorium: batas otak kanan dan kiri

Cedera otak fokal:

  1. EDH: antara periosteum dan duramater, sering di temporoparietal, karena pecahnya a/v meningea media, CT scan: massa hiperdens bikonveks. Klinis: nyeri kepala, pingsan, pupil anisokor, reflek cahaya menurun, lateralisasi, bahaya tapi prognosis baik klo cepat ditangani, klo dibiarin meninggal karena herniasi
  2. SDH: antara duramater dan piamater, lebih sering karena pecahnya bridging vein bisa dengan/tanpa fraktur, perdarahan langsung di otak menyebabkan kerusakan, CT scan bikonkaf, akut: hiperdens, trepanasi untuk evakuasi clot; kronis: darah lisis jadi hipodens, drainase
  3. Contusio: sering di frontal dan temporal, CT scan: salt dan pepper (titik2 hiperdens di area hipodens (edema)), ICH: perdarahan di dalam otak

Cedera otak difus: akson yang rusak, CT scan ga kelihatan, hati2 oriang tua dan bayi (shaken baby syndrome) sedikit goncangan bisa merusak otak, klinis: amnesia, penurunan kesadaran sampai koma

Pasien trauma kebutuhan O2 meningkat, supply O2 kurang, terjadi hipoksia otak dan edema

Cedera otak sekunder: O2, CO2, hipotensi, anemi, koagulopati, hemato, edema, HT intrakranial, vasospasme

Rangsang nyeri: kuku, dahi, manubrium sterni, papila mammae

Fleksi abnormal: nekuk ke luar, ekstensi abnormal: seperti mulet

CKR: observasi 2×24 jam, GCS, neurologis, rontgen, CT scan

Indikasi CT scan: nyeri kepala, muntah, vertigo (post concussion syndrome), mengantuk dan bingung >2 jam, GCS turun 2 poin, GCS <9 setelah resusitasi, defisit neurofokal, susp,fraktur tengkorak, luka tusuk kepala, usia >50 th

Indikasi ranap: amnesia >1 jam, riwayat penurunan kesadaran, fraktur kepala, otore/rinore (FBC, cegah meningitis), lesi fokal pada CT

Pasien pulang advis kembali klo mual/muntah projektil, nyeri kepala meningkat, kejang, nadi naik atau turun, otore/rinore

CKS harus CT scan , harus dirawat, klo ada lesi fokal/penurunan kesadaran operasi, terapi: antibiotik, neuroprotektor (piracetam/citicolin), analgetik, antiemetik (cegah aspirasi pada pasien tidak sadar)

CKB: wajib intubasi, hiperventilasi (pCO2 25-30) untuk menurunkan TIK, cegah hipotensi dan hipoksia, pasang kateter, NGT, cek rontgen lengkap karena pasien tidak bisa ngeluh, pemeriksaan fisik lengkap (biasanya multitrauma), neurologis (GCS, reflex, nistagmus), terapi: manitol (observasi produksi urin, klo urin ga keluar stop), fenitoin

Indikasi operasi: lesi fokal >60cc (EDH >30cc), midline shift >5mm, fraktur impresi/depresi >2 tabula, corpus alienum

 

Trauma thorax – dr. Jemmy, SPB

Contusio paru: gambaran rontgen seperti TB, tapi ada riwayat trauma

Frktur costa butuh analgesik kuat

Pneumothorax: thorax asimetris, ICS lebar, VCS dilatasi, nadi cepat dan lemah

Open: plester 3 sisi

Tension: thoracosintesis dengan 18 G di ICS 2

Hematothorax masif kalo initial >1500 cc, lanjut >200cc/jam, kalo >2 jam operasi, habis pasang drain, observasi per 4 jam

Tamponade jantung: trias beck (suara jantung jauh, vena jugular dilatasi, hipotensi), bisa karena trauma/perikarditis, perikardiosintesis hati2 kena jantung

Ruptur aorta, aneurisma, esofagus, trakeobronkial

Thoracostomy WSD kalo uda dipasang tapi paru belum negmbang, chest fisioterapi, suruh tiup balon supaya paru ngembang dan udara terdorong keluar

 

Trauma abdomen – dr. Jemmy, SpB

Liver sering kena trauma karena organ solid, ukuran besar, mis klo KLL perut terbentur stang

Trauma tajam: harus laparotomi karena ga tau organ apa aja yang kena

High: tembak, multipel organ injury karena peluru gerakannya mutar

Low: arah tusuk, jarak, posisi nusuk, pengaruhi kekuatan

Defans muscular: <24 jam perdarahan, >24 jam peritonitis ec perforasi usus

Abis makan, trauma tumpul abdomen, gaster bisa pecah

Abis minum, trauma tumpul abdomen, VU bisa pecah

k.i. pasang kateter urin: bloody discharge ,fraktur pelvis, stradle hematom, RT prostat melayang, lakukan vesicostomy: tusuk VU dengan trokar besar

trauma abdomn: USG FAST untuk cari cairan bebas, + masuk OK, – CT scan, cek di Morison pouch (hepatorenal), perirenal, splenorenal, douglasi (bawah VU), subxyphoid

 

fraktur – dr. Jemmy, SpB

fraktur: open & close, klo luka jauh dari fraktur: impending open

komplet: diskontinuitas 2 korteks

fraktur spiral: fraktur oblik yang panjang

fraktur vertebra: fraktur kompresi

stres fraktur karena tekanan berulang pada tibia-fibula, pada atlit, penari, tentara

rontgen wajib walau uda jelas fraktur (tanda pasti: crepitasi)

penyembuhan fraktur: fiksasi 3 bulan, jangan digerakkan

kalus terbentuk 3 minggu, konsolidasi 1.5-3 bulan, remodeling: pembentukan tulang

tujuan operasi: memposisikan anatomis supaya sembuhnya normal

 

perawatan luka – dr. Jemmy, SpB

jenis luka: laserasi, abrasi, puncture, contusio, amputatum, ekskoriatum, ictum, gigitan

penyembuhan luka:

  1. Inflamasi
  2. Proliferasi: untuk menempelkan luka
  3. Remodeling

Penyembuhan primer: jahitan jangan terlalu kencang, utk mendekatkan luka supaya penyembuhannya cepat

Penyembuhan sekunder: gap terlalu lebar, hasil kurang bagus

Luka tusukan paku: bersihkan, insisi satu garis aja untuk eksplorasi, cuci H2O2 (angkat kotoran, bunuh kuman anaerob), debrideman, AB

Alkoholic state tapi aktivitas normal, kemungkinan kesadaran baik, tunggu pengaruh alkohol hilang baru cek GCS

Kalo ibu2 yang baru dapat TT (masih dalam masa berlaku) ga usah kasi ATS, kalo ragu2 kasi aja

Ulkus: luka dirawat lembap utk rangsang epitelialisasi dan granulasi

Jahitan: harus kering untk rangsang fibroblas, klo lembap malah edema

ATS sering terjadi alergi: skin test

Tetagam dari human Ig, ga perlu skin test, tidak menimbulkan alergi

Pasien kena paku berapa hari pun kalo belum dirawat luka , tetap diinsisi

Pasien cedera kepala cairan NS (isotonik, Na tinggi)

Laktat: residu hasil metabolisme anaerob, memperberat metabolisme

Dextrosa: hipotonis karena gula dimetabolisme, menyebabkan edema otak

Klo ga ada ATS, kasi TT aja

Klo abses dalam sampe nempel di atasnya, langsung tembus aja, makin baik drainase, penyembuhan makin baik

AB profilaksis (broad spektrum) 3 hari, klo uda infeksi 1-2 minggu (tergantung kuman penyebab)

Suspek internal bleeding: monitor tensi, nadi per jam, kalo tensi turun, nadi naik, cek abdomen (defans muscular), muncul klo vol >1500 cc, guyur 2 L, tensi belum naik, kasi koloid

BU N 8-10x/menit, lihat ada/tidak, kuat/lemah

 

 

DBD – dr. Sigit, SpA

Hati2 kalo ada demam dikasi antipiretik turun trus naik lagi: viremia, potensi dehidrasi

Pastikan hari demam untuk tentukan fase kritis, konvalesen

Peningkatan suhu 1 derajat meningkatkan kebutuhan cairan 10%, klo ga bisa minum MRS
KD: atasi kejang, diagnosis penyebab demam

NS1: bila demam hari I, sensitivitas 90%, mahal 600 ribu, lebih dari 5 hari uda hilang

Klo demam turun, lihat klinis, klo bagus gpp, klo lemes curiga fase kritis DBD

DBD: trombosit <100.000, HCT meningkat 20%

Hb anak <5 tahun = 11, 5-10 tahun = 12, >10 tahun = 13, HCT 3x Hb

Tanda kebocoran plasma: ascites (shiftong dullness), efusi pleura (bandingkan paru ka-ki, vesikuler menurun)

IgM baru muncul hari ke 5 sampai 90 hari

IgG muncul 4-90 hari, infeksi sekunder, klinis lebih jelek

IgG aja yang + :  pernah terinfeksi

Konvalesen: hati2 kelebihan cairan, observasi, kasi diuretik kalo edema/sesak

Trombosit meningkat mulai hari ke 8. Timbul rash (white island in the sea of red, gatal, hilang setelah 2 minggu)

DD: flu like syndrome (influenza, campak, chikungunya), eksantema akut (chikungunya, drug fever, rubela, campak, scarlatina, meningokokus), diare (inf.enterik, rotavirus), inf.SSP (KD, ensefalitis)

Lih.fase kritis: lemah, muntah, nyeri perut, hepatomegali, perdrahan, BAK menurun : monitoring

Inf. Dengue:

  1. Asimtom
  2. Simtom:
    1. Undiff fever: demam, faring hiperemi, serologis +
    2. DF: dengan dan tanpa perdarahan
    3. DHF: plasma leakage (non syok dan DSS)
    4. Expanded dengue synd: komplikasi (edema paru, ensefalitis, DIC, endokarditis, elektrolit imbalan)

Kalo sampe hari ke 6 masi demam, serologis den +, cek typhoid :  dual infection

Widal: sensitivitas dan spesifisitas 40%, banyak over diagnosis

Tubec: sensitivitas dan spesifitas 80%

Nyeri perut: ukur lingkar perut, cek asites, bisa karena perdarahan saluran cerna/pereganan kapsul hepar

Deteksi dini syok: klinis ga membaik, makan-minum berkurang, muntah, nyeri perut, letargi, pucat, extremitas dingin, perdarahan, diuresis berkurang 4-6 jam (cek VU)

DIC: syok, perdarahan di mana2 (tempat tusukan, hidung, mulut, dll)

Anak 1 tahun, hepatomegali 2 cm bac N s.d 18 bulan

Hati2 anak usia < 1 tahun, banyak yang meninggal, kena AB ibu yang pernah infeksi: infeksi sekunder berat

Mikrosirkulasi, status gizi: hati2 pasien obes, pake BBI

NS1 untuk replikasi virus, bisa diperoleh saat viremia

Pasien demam/muntah anggap dehidrasi sedang: + 5%

Syok tidak teratasi: cek HCT, BGA, perdarahan, kalsium, GDA

Algoritme dengue!

Koloid ganggu agregasi trombosit

Trombosit rendah <20.000 transfusi trombosit untuk cegah ICH

 

Asma – dr.Sigit

Steroid oral dosis rendah max 5 hari, jangan >10x/tahun, pake metilprednoslon, ES <<

Asma: penyakit kronis paling banyak, sering underdiagnosis, underterapi

Asma serangan sedang bisa langsung pake inhalasi beta agonis + ipratropium bromida

Asma trigger: smoke, strong odor, dust, pets, roaches, cold, dust mite, exercise

Asma ga selalu wheezing, bisa berupa batuk lama

Konfirmasi dengan spirometri, pada anak sulit

Anak lih.klinis dan FR alergi: terapi bronkodilator, respon baik diagnosis asma

Anak2 ga boleh dikasi antitusif, terutama <2 tahun, kecuali pertusis

Asma ga ada gejala sistemik (demam), Cuma batuk dan sesak

Bronkiolitis: <2 tahun, inf.virus, wheezing, rontgen hiperaerasi, retraksi >>

Pneumoni: ronki, krepitasi di basal (suara membukanya alveoli), kriteria WHO: batuk, sesak, demam, retraksi, bisa langsung kasi AB

Asma: diagnosis terakhir, setelah tes darah, rontgen, mantoux, dll

Nebul ventolin + NS sampai 5 cc, mengurangi death space supaya efektif

Aminofilin digunakan pada kasus berat

O2. Iv line, nebul beta agonis + iprat br tiap 2 jam, steroid iv MP 1-2 mg/kgBB, klo ga mempan baru pake aminofilin, initial dose 6-8 mg/kg dalam 20cc NS, drip dalam 20 menit, klo uda pernah pake aminofilin 3-4 mg/kg, meintenance 0.5-1 mg/kg

Klo uda membaik ganti terapi oral, tapi nebu tetap (tap off tergantung klinis)

Kadar aminofilin dalam darah 10-20 mikrogram/kg, ES >> hipotensi, dll, jangan terlalu lama dipake, mending beta agonis

Mukolitik hati2 untuk anak <1 tahun

Antihistamin pilih generasi 2

 

PENYULUHAN REMATIK

REMATIK (OSTEOARTRITIS) PADA LANSIA

 

  1. Pengertian

Osteoartritis atau rematik adalah penyakit sendi degeneratif dimana terjadi kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dnegan usia lanjut, terutama pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban

  1. Penyebab (etiologi)

Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang diketahui berhubungan dengan penyakit ini, antara lain;

  1. Usia lebih dari 40 tahun

Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah yang terkuat.

  1. Jenis kelamin wanita lebih sering

Hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.

  1. Suku bangsa

Hal ini mungkin berkaitan dnegan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan tulang.

  1. Genetik
  2. Kegemukan dan penyakit metabolik

Di samping faktor mekanis yang berperan (karena meningkatnya beban mekanis), diduga terdapat faktor lain (metabolit) yang berpperan pada timbulnya osteoartritis.

  1. Cedera sendi, pekerjaan dan olahraga

Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Olahraga yang sering menimbulkan cedera sendi yang berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih tinggi.

  1. Kelainan pertumbuhan

Kelainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya osteoartritis paha pada usia muda.

  1. Kepadatan tulang

Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya osteoartritis. Hal ini mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras) tidak membantu mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang rawan sendi. Akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah robek.

  1. Gejala klinis
  2. Nyeri sendi

Keluhan ini merupakan keluhan utama. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri yang lebih dibandingkan gerakan yang lain.

  1. Hambatan gerakan sendi

Gangguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan dengan bertambahnya rasa nyeri.

  1. Kaku pagi

Pada beberapa pasien, nyeri sendi yang timbul setelah immobilisasi, seperti duduk dari kursi, atau setelah bangun dari tidur.

  1. Krepitasi

Rasa gemeretak (kadqang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.

  1. Pembesaran sendi (deformitas)

Pasien mungkin menunjukkan bahwa salah satu sendinya (lutut atau tangan yang paling sering) secara perlahan-lahan membesar.

  1. Perubahan gaya berjalan

Hampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul berkembang menjadi pincang. Gangguan berjalan dan gangguan fungsi sendi yang lain merupakan ancaman yang besar untuk kemandirian pasien yang umumnya tua (lansia).

  1. Penatalaksanaan/ perawatan Osteoartritis
    1. Medikamentosa

Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis

  1. Istirahatkan sendi yang sakit, dihindari aktivitas yang berlebihan pada sendi yang sakit.
  2. Mandi dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri
  3. Lingkungan yang aman untuk melindungi dari cedera
  4. Dukungan psikososial
  5. Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin, serta program latihan yang tepat
  6. Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya keluhan

 

DIET RENDAH PURIN:

Tujuan pemberian diet ini adalah untuk mengurangi pembentukan asam urat dan menurunkan berat badan, bila terlalu gemuk dan mempertahankannya dalam batas normal.

Bahan makanan yang boleh dan yang tidak boleh diberikan pada penderita osteoartritis:

Golongan bahan makanan Makanan yang boleh diberikan Makanan yang tidak boleh diberikan
Karbohidrat

Protein hewani

 

 

 

Protein nabati

 

 

Lemak

 

 

Sayuran

 

 

 

 

 

Buah-buahan

 

Minuman

 

Bumbu, dll

Semua

Daging atau ayam, ikan tongkol, bandeng 50 gr/hari, telur, susu, keju

 

Kacang-kacangan kering 25 gr atau tahu, tempe, oncom

 

Minyak dalam jumlah terbatas.

 

 

Semua sayuran sekehendak kecuali: asparagus, kacang polong, kacang buncis, kembang kol, bayam, jamur maksimum 50 gr sehari

 

Semua macam buah

 

Teh, kopi, minuman yang

mengandung soda

Semua macam bumbu

Sardin, kerang, jantung, hati, usus, limpa, paru-paru, otak, ekstrak daging/ kaldu, bebek, angsa, burung.

 

 

 

 

Asparagus, kacang polong, kacang buncis, kembang kol, bayam, jamur maksimum 50 gr sehari

 

 

 

Alkohol

 

Ragi

 

PERSIAPAN KEBERANGKATAN LPDP

Aturan PK 45 LPDP

Cara menggunakan mike: pastikan nyala dengan cara mengetuk

Cara menggunakan gelas: tulis nama di tutupnya, isi ulang di beranda kanan

Kalau mau tanya: pastikan pegang mic, sebut nama, nama kelompok, dan universitas tujuan

Ijin ke WC: ambil tiket (3 putra, 3 putri)

Tabel presensi: 1 hari 5 kolom, lagu class call 10 menit sebelum masuk, tempel smiley di nama masing2, kalo telat smiley sedih

 

Safety breafing university hotel

Kalo kebakaran alarm bunyi (asap, api)

Jangan panik, menuju tangga darurat, janga pake lift!

Menuju lantai 1, petugas kumpulkan di assembly point (security)

Aturan:

  1. Barang berharga jangan tinggal di kamar, titip di resepsionis
  2. 1 kamar 2 orang, dibersihkan setiap hari, handuk ganti 2 hari sekali
  3. Laundry 12 ribu per kg, masukkan laundry bag, taruh di atas tempat tidur, lihat laundry list, selesai 1 hari, atau besoknya ambil di resepsionis.
  4. Tiap lantai ada setrika dan dispenser
  5. Smoking area: taman, dekat resepsionis
  6. Restoran di bawah
  7. Toilet lewat pintu kanan belakang
  8. Kunci titip di resepsionis
  9. Wifi: MUKTIALI, UNIVERSITY HOTEL
  10. Info: 8000

 

Mokhamad Mahdum

Untuk berkembang harus berubah, keluar dari zona nyaman, ambil risiko

Kontribusi untuk negeri

Kerja! Belajar! Kursus untuk meningkatkan ketrampilan

Mental block: umur, kedudukan, jenjang pendidikan, pengalaman, prestasi

Arahkan minat dari awal untuk tentukan sekolah

Yang mudah koordinasi: paham birokrasi, organisasi, NGO

Panyantun: dikbud, riset, agama, kemenkeu

LPDP: instansi pemerintah, rumah di kemenkeu, mengelola dana abadi pendidikan, operasional join

Program layanan LPDP:

  1. Pengembangan dana
  2. Beasiswa
  3. Pendanaan riset
  4. Rehabilitasi fasilitas pendidikan

Re-entry program: penyegaran, pengelolaan talent, pengelolaan alumni, bantu galang dana LPDP, mis: konser amal

Best leader: profesional dan rendah hati

 

Busyro Muqoddas

Menggunakan kewenangan keilmuan secara tidak benar merupakan bentuk korupsi ilmu

Science without religion is blind, religion without science is lame

Kekayaan Indonesia: emas (freeport), gas alam (blok natuna), hutan tropis (kalimantan, sumatera, sulawesi), lautan, jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia, tanah subur (gunung berapi), pemandangan eksotis

Masalah: kelaparan, kemiskinan, kurang tempat tinggal

Banyak tanah dijual ke kapitalis yang tidak manusiaw

Unsur2 integritas:

  1. Jujur
  2. Produktif, inovatif, kreatif
  3. Transformatif
  4. Akuntabilitas

70% lingkungan rusak karena tambang

Peta korupsi: semua sektor kena, paling banyak suap

Pajak, non pajak, belanja barang dan jasa, bansos, pungutan daerah, dekonsentrasi

C = D + M – A

C = korupsi

D = diskresi (kewenangan)

M = monopoli

A = akuntabilitas

Motivasi: need, design (politik), greed

Tugas KPK: komunikasi, supervisi, monitoring, penindakan, pencegahan, tutup kesempatan korupsi, pelaporan kekayaan, gratifikasi

 

Bupati Bantaeng

Lelang jabatan, lelang proyek, orientasi program

Organisasi sistemnya berhasil kalo ditinggal pemimpin masi jalan

Buat industri pengolahan, jangan langsung jual bahan baku

Bergaul dengan orang2 yang punya budaya luar biasa, ubah mindset, bangun kemitraan dengan pihak luar yang bermanfaat untuk perkembangan daerah

Kurangi penggunaan anggaran, gunakan CSR

 

Langkah2 inovasi:

  1. Masalah daerah tertinggal (cari di semua sektor):
  2. Kemiskinan
  3. Pengangguran
  4. Tertinggal
  5. Info terbatas
  6. Bencana, mis banjir, air susah kalo kemarau, produktivitas pertanian kurang
  7. Kesehatan
  8. Pendidikan
  9. Infrastruktur
  10. Pemetaan potensi sesuai zona topografi, cari penyebab masalah
  11. Penempatan SDM sesuai kompetensi (mind set – reward – punishment), buat kontrak kerja

Problem di Indonesia: politik balas dendam (nepotisme)

INOVASI

Buat dam untuk tampung air saat musim hujan, cegah banjir, dan persediaan sir saat kemarau.

Bangun potensi wisata, sarana OR, kuliner, hiburan, ekowisata

Budaya mandi di sungai ubah dengan bangun kolam renang standar internasional

Pelayanan kesehatan:

  1. respon time 20 menit, tim siaga bencana (kolaborasi PMK, polisi, medis, dll), terdiri dari 20 dokter, 24 perawat yang stand by 24 jam, bangun sistem informasi pelaporan bencana
  2. akses transportasi
  3. lengkapi faskes

pertanian:

  1. produksi benih untuk kirim ke daerah lain dengan transfer teknologi (persilangan). Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil
  2. pupuk lepas lambat, pupuk organik, kultur jaringan talas dengan melatih penduduk lokal, kembangkan hasil pertanian sesuai potensi kondisi daerah
  3. produksi buah2an, kembangkan jadi ekowisata

bumdes: untuk pengembangan pasar rakyat

kembangkan kawasan industri di daerah pertanian yang kurang potensial

bangun sekolah dengan kemitraan

cek anggaran, sesuaikan kebutuhan dan realitas

kurangi anggaran yang tidak perlu untuk meningkatkan kinerja

stok alat dan BHP dicatat, tahun berikutnya beli yang kurang aja

pembangunan pasar sosialisasikan dari 1 tahun sebelumnya, gratiskan

Bagi tugas dengan wakil bupati: wakili ke acara2

Bupati melayani keluhan masyarakat

Kunci pemimpin: TRUST, beri keteladanan

 

Pembentukan pemimpin baru yang kontributif (oleh dr. Hasto Wardoyo, SpOG)

  1. kondisi SDM
  2. ubah karakter
  3. hadapi tantangan globalisasi

waras berarti punya karaktek dan legowo terhadap perubahan

sukses berarti di-iya-kan orang lain

suka tantangan, cari yang sulit

tekanan untuk berubah: globalisasi, teknoogi, edukasi, ekspektasi publik

masyarakat berbasis intelektual dan pengetahuan tinggi

kondisi SDM: mind set dan soft skill belum baik, walau technical skill kurang

komponen sukses 80% mindset, 20% teknis

edukasi 90% hardskill, 10% soft skill

perlu keseimbangan dialog dan diskusi

distribusi sarjana dan ahli bukan berdasarkan besarnya kebutuhan masyarakat tapi berdasarkan besarnya PAD

sebelum bangun mental, kuasai ilmu masing2: akuisisi, kompetensi, profisien (efisien)

level of change: bentuk mental – karaktek – sistem – infrastruktur

alfamart dibeli koperasi

mandiri dalam ekonomi, semua produksi sendiri, manfaatkan potensi yang ada

remunerasi adalah total kompensasi yang diterima oleh pegawai sebagai imbalan dari jasa yang telah dikerjakannya, untuk mengatasi masalah kurangnya integritas

komunikasi: perhatikan kebutuhan, sebut nama, reward berulang baru feedback negatif

arif berarti mengerti dan tidak banyak minta dimengerti, dengan tujuan untuk cinta ilahi

 

 

Pemuda, membangun negeri pemimpin masa depan bervisi kemandirian (oleh Ricky Elson)

Nasib bangsa Indonesia di tangan generasi mudanya.

Tantangan:

  1. berpacu menuju kemajuan
  2. berpacu membenahi ketertinggalan

metode pembangunan:

  1. Cina: cepat, murah
  2. Jepang: pelan, hati-hati, pasti

Krisis air bersih, krisis energi, SDA, SDM

Pemerintah mau bangun listrik 35000 MW

Listrik yang dikelola PLN 60%, kebanyakan pake batu bara. 1 MW butuh ½ ton batu bara per jam.

KPC luas 90.000 ton

Perbaikan mulai dari diri sendiri, pertama lakukan persiapan.

Orang Indonesia punya spirit kemenangan.

Satukan science – teknologi – ketrampilan – hati tulus bekerja (Nagamori Shigenobu – pendiri Nidec group)

Souichiro Honda: manusia harus bingung, karena kalau tertekan kemampuan sebenarnya keluar, tanamkan critical condition dalam otak. Semua orang sebenarnya pintar, tinggal gimana cara melatihnya.

Orang Indonesia sejak kecil dididik menyalahkan orang lain dan cari2 alasan.

Kurangi waktu makan dan tidur, terus berkarya, coba sampai berhasil.

Yamashita Kougyou: pembuat wajah Shinkansen

Okano Kougyou: buat batere Litium tipis, jarum suntik nyamuk (diameter 0.08 mm)

Urgensi untuk lahirkan kepercayaan diri kalo kita keturunan orang2 besar

Lentera Angin Nusantara: bangun pembangkit listrik dengan tenaga angin

  1. Penguasaan teknologi
  2. Implementasi teknologi
  3. Pengembangan teknologi dengan heksagonal pillar (angin, atasnya tutup panel surya, bawahnya ambil arus laut)

Per m2 cahaya matahari menghasilkan ½ KWH

20 kincir angin dengan luas langit 20 x 2 x2 m bisa terangi 20-30 rumah

 

 

Dinamika Pengelolaan UKM “ Seni Gerabah” (oleh Timbul Raharjo)

Indonesia kekurangan enterpreneur

Teori Telur: harus kerjasama

  1. Kuning telur: kreasi dalam industri kreatif, ciptakan yang beda untuk selesaikan masalah (produk, sistem, cara pemasaran)
  2. Putih telur: isinya bagus tapi tidak bisa mengemas dan memasarkan, waktu lama dan tren terbatas
  3. Cangkang telur: jarang daftar haki (paten)

Industri gerabah terbesar di dunia: Kasongan

GRC: kontainer untuk mengemas patung besar

Kreativitas menjual desain ke seluruh dunia

Dalam industri kreatif harus ada championnya (orang yang memberi roh/menjadi rujukan)

Kebutuhan (modal):

  1. Knowledge capital: spesifik dan mendalam
  2. Social capital: teman, pejabat
  3. Economic capital: bisa menguasai

Enterpreneur di sisi luar, untuk melindungi dalamnya supaya bisa berkembang, sabar, kurangi waktu tidur, merencanakan ke depan, berani ambil risiko.

Pikirkan tren desain agar produk sesuai keinginan pasar (warna per 6 bulan – 1 tahun), studi banding ke tempat lain.

Memulai bisnis:

  1. Modal: ketrampilan fisik, verbal, mental
  2. Proses kerjakan sendiri A-Z
  3. Delegasikan dalam skala kecil dan besar
  4. Eksplorasi kemungkinan mengembangkan usaha

Kendala: plagiator, saingan asing, aturan ekspor – impor rumit, pajak, bahan baku mahal, kurangnya peran stakeholder dalam pengembangan desa wisata, program KUR

Upaya:

  1. Berkarya terus-menerus, jangan bergantung sama orang lain
  2. Pelajari cara investasi
  3. Jangan turuti omongan orang
  4. Ibarat pohon, makin tinggi, angin makin kencang (dipengaruhi krisis Indonesia dan krisis global sehingga bahan baku mahal dan tidak ada yang beli)
  5. Jangan berhenti berkarya

Usaha ada 2 macam:

  1. Natural: pemerintah tidak mau bantu kalo produknya belum kelihatan
  2. Setting: branch (uda ada modal, sistem, manajemen)

Dasar pengembangan usaha: trust, bangun link keluar

Buat susunan organisasi usaha

 

 

Sesi keuangan LPDP

Masa studi yang ditanggung: S2 max 2 tahun, S3 max 4 tahun (sesuai LoA). PPDS Obg 9 smt, anak 8 smt, IPD 9 smt, anestesi  7 smt, gizi 4 smt.

Dana yang ditanggung: pendaftaran, aplikasi visa, tiket transport, kedatangan, hidup bulanan, tunjangan buku, askes, SPP, tunjangan keluarga, bantuan teknis/disertasi, seminar, publikasi jurnal, darurat, insentif PT.

Kontrak di ttd kalo uda ada LoA

Begitu keterima, lapor LPDP, segera ttd kontrak

LoS untuk daftar di universitas tujuan, info kalo ditanggung LPDP, bisa diterbitkan 2x.

LoG menggantikan permintaan deposit kedutaan untuk buat visa

Invoice scan, email ke LPDP (lpdp.invoice@kemenkeu.go.id), diverifikasi, klo dsetujui, ditransfer, bukti transfer dikirim by request, konfirmasi pembayaran

Tulis di badan email: rekening dalam negeri penerima beasiswa (nama bank, cabang, no rek, atas nama, scan buku tabungan), rekening universitas (nama bank, cabang, no rek, atas nama)

Dana pendaftaran: at cost, transfer ke rekening univ, reimburse ke rekening pribadi

Dana SPP: kalo naik, dibayar sesuai invoice, tidak ada batas max, urusan LPDP dan kampus

Dana transportasi: 1x pp, dari domisili sampai bandara terdekat univ tujuan, Cuma penerbangan, semua tiket ekonomi Garuda, tanggal sesuai dengan studi, kecuali ada kepentinagn lain berhubungan dengan studi, pesan lewat travel agent LPDP, tidak usah talangi dulu.

Dana kedatangan: cover yang kecil2, pake surat keterangan pindah domisili RT/RW, foto boarding pass

Living allowance: dibayar 3 bulan dimuka

Tunjangan buku 10 juta/tahun

Askes kalo PNS tidak dapat lagi

Tesis 1x selama masa studi, lab 25 juta, non lab 15 juta. Disertasi lab 75 juta, non lab 60 juta. Termasuk: Materi habis pakai, sewa alat, FC, honor yang dilakuakn di luar kampus (mis: lab), transport 1x pp, software.

Seminar internasional S2 1x, S3 2x, DN 5 juta, LN 15 juta (pembicara)

Publikasi jurnal DN 5 juta, LN 10 juta.

Pindah univ max 1x, gak boleh klo uda dibayar

Dokumen: surat mohon pindah univ, LoA baru, rekomendasi profesor

Double degree dan join degree gak boleh kalo gak dikasitau dari awal

Monev: lapor 6 bulan 1x, min IPK  3.25, karya tulis, prestasi kompetisi, organisasi, seminar, aktivitas sosial, kalo hasilnya bagus, bisa lanjut S2 –S3 tanpa PK

loaloalpdp@gmail.com

rumtinit@gmail.com (lapor keterlambatan)

www. Simonev.lpdp.kemenkeu.go.id

username: no kontrak

personal info: lengkapi di awal (4 poin)

CP: orang kampus yang bisa dihubungi

DN: isi personal DN dan univ

After study jangan diisi klo blm lulus

Akademik: isi nilai tiap semester, upload file

Lengkapi data dulu, baru bisa add

Financial: fund request

Kalo direject, ada note, perbaiki (buat baru)